Moratorium Izin Kapasitas Penginapan Haji di Makkah dan Madinah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 09 Februari 2026, 13:10:20

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Pariwisata menghentikan sementara penerimaan permohonan penambahan kapasitas hotel dan izin penginapan musiman di Mekkah serta Madinah. Otoritas memberlakukan kebijakan ini sejak awal Februari 2026 sebagai persiapan menghadapi musim Haji 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung sekitar Juni mendatang.

Saudi menutup dua jenis pengajuan sekaligus. Pertama, pengelola hotel tidak lagi bisa mengajukan penambahan kamar atau tempat tidur. Kedua, pemilik properti tidak bisa mendaftarkan izin nuzul, yaitu penginapan musiman yang biasanya beroperasi khusus saat haji. Dengan langkah ini, kerajaan menahan pertumbuhan kapasitas baru di haramain.

Selain itu, kementerian ingin mengendalikan potensi kepadatan jemaah. Saudi memilih menata akomodasi yang sudah tersedia daripada terus membuka izin baru. Langkah ini membantu petugas mengatur arus tamu secara lebih tertib serta menjaga standar pelayanan tetap stabil selama puncak musim.

Fokus Keselamatan dan Kualitas Layanan

Otoritas pariwisata Saudi juga menggandeng lembaga keselamatan, termasuk pertahanan sipil dan pengawas teknis, untuk memperketat inspeksi bangunan, sistem keamanan, serta kelayakan operasional hotel. Kerajaan menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama. Karena itu, setiap fasilitas wajib memenuhi standar teknis sebelum menerima tamu dalam jumlah besar.

Sementara itu, hotel dan apartemen yang sudah mengantongi izin tetap beroperasi normal. Pemilik usaha tetap melayani jemaah seperti biasa tanpa gangguan. Kebijakan ini hanya menghentikan permohonan baru, sehingga aktivitas akomodasi yang berjalan tidak mengalami penutupan.

Di sisi lain, langkah ini menunjukkan perubahan arah kebijakan Saudi. Jika sebelumnya sektor perhotelan tumbuh cepat lewat ekspansi kamar dan izin musiman, kini pemerintah mengutamakan stabilisasi sistem. Dengan pendekatan ini, pengelola dapat menjaga mutu layanan sekaligus meminimalkan risiko kepadatan berlebih.

Bagi pelaku usaha, moratorium ini memang menunda rencana ekspansi. Investor harus menunggu sampai musim haji selesai sebelum mengajukan izin baru. Meski begitu, sebagian besar pelaku industri memahami alasan Kerajaan karena keselamatan jutaan jemaah jauh lebih penting daripada percepatan bisnis.

Adapun bagi jemaah Indonesia, dampaknya terasa secara tidak langsung. Jumlah kamar tidak bertambah signifikan sehingga persaingan pemesanan hotel bisa lebih ketat. Harga akomodasi berpotensi naik saat periode puncak. Namun pada saat yang sama, jemaah memperoleh lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.

Dengan demikian, Saudi menegaskan komitmen untuk mengutamakan tamu Allah di atas kepentingan ekspansi komersial. Kerajaan memilih menguatkan pengawasan dan kualitas layanan lebih dulu. Langkah ini diharapkan membuat penyelenggaraan Haji 1447H berjalan lebih profesional, teratur, dan minim risiko
 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id