Kawasan Perang Khandaq Madinah Direvitalisasi
Madinah terus menata ulang kawasan bersejarah Perang Khandaq agar peziarah tak sekadar berkunjung, tetapi juga memahami perjuangan Rasulullah dan para sahabat. Otoritas pengembangan wilayah setempat memimpin proyek revitalisasi besar yang menghadirkan fasilitas modern, jalur edukasi, serta penataan lanskap tanpa menghilangkan kesucian lokasi.
Perang Khandaq terjadi pada tahun ke-5 Hijriah ketika umat Islam menghadapi koalisi Quraisy dan sekutunya. Saat itu, Salman Al-Farisi mengusulkan strategi menggali parit sebagai benteng pertahanan. Rasulullah menerima usulan tersebut, lalu para sahabat bekerja bersama menggali parit mengelilingi Madinah. Strategi ini berhasil menahan serangan musuh dan mengubah arah pertempuran.

Kini, bekas lokasi parit tersebut berdiri sebagai kawasan ziarah yang dikenal luas oleh jamaah umrah dan haji. Banyak peziarah datang untuk melihat langsung jejak sejarah itu, namun sebelumnya area ini masih terlihat sederhana dan minim penjelasan edukatif. Karena itu, pemerintah setempat mengambil langkah pembaruan agar nilai sejarahnya lebih terasa.

Fasilitas Modern dan Edukasi Sejarah
Pengelola kawasan menata ulang Kompleks Masjid Tujuh atau Al-Masajid as-Sab’ah yang berada di sekitar lokasi pertempuran. Otoritas setempat merehabilitasi masjid-masjid kecil seperti Masjid Al-Fath, Masjid Salman Al-Farisi, Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Masjid Umar bin Khattab, dan Masjid Ali bin Abi Thalib. Setiap titik kini memiliki penanda sejarah agar pengunjung memahami peran para sahabat di medan perang.
Selain itu, pengembang menghadirkan fasilitas terpadu seperti jalur pejalan kaki yang rapi, papan informasi, ruang istirahat, serta area simulasi parit atau trench simulation. Melalui ini, pengunjung dapat membayangkan langsung bagaimana strategi pertahanan umat Islam bekerja saat itu. Dengan pendekatan visual dan interaktif, sejarah terasa lebih hidup dan mudah dipahami.
Pengelola juga menjaga nuansa spiritual kawasan. Kerajaan membatasi desain berlebihan dan tetap mempertahankan kesederhanaan arsitektur. Dengan demikian, jamaah tetap merasakan kekhusyukan ibadah sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif.
Revitalisasi ini menunjukkan keseriusan Arab Saudi dalam merawat warisan sejarah Islam. Kawasan Perang Khandaq kini bukan hanya tempat singgah, tetapi juga ruang belajar terbuka tentang strategi, keteguhan iman, dan kebersamaan umat. Peziarah pun bisa pulang dengan pemahaman sejarah yang lebih utuh, bukan sekadar dokumentasi foto
