Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah
MEKKAH — Pemerintah Indonesia resmi mencatatkan sejarah baru dengan memiliki aset properti perdana di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi. Melalui Badan Pengelola Investasi Danantara (BP Danantara), Indonesia merampungkan akuisisi Hotel Novotel Thakher Makkah berkapasitas 1.461 kamar serta 14 kavling pengembangan seluas 4,4 hektare di kawasan Thakher Makkah.
Nilai transaksi strategis ini menembus angka 2 miliar riyal Saudi atau setara Rp9,5 triliun. Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengamankan ekosistem layanan ibadah haji dan umrah jangka panjang.
Profil Novotel Thakher Mekkah dan Kompleks Bait Jemaah
Novotel Thakher Mekkah merupakan hotel bintang empat yang terletak di Distrik Al Andalus, kawasan terpadu Thakher Makkah. Berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, properti ini memiliki keunggulan fasilitas dan operasional:
- Kapasitas Hunian: 1.461 unit kamar yang diproyeksikan mampu menampung hingga 4.400 jemaah dalam satu siklus operasional haji.
- Fasilitas Terpadu: Restoran berskala besar, pusat kebugaran, aula pertemuan multifungsi, dan akses transportasi terdedikasi.
- Konsep Kompleks Bait Jemaah: Menjadi bagian inti dari kawasan mixed-use terpadu seluas 4,4 hektare yang menggabungkan perhotelan, sentra ritel, logistik, dan layanan bimbingan ibadah.
Investor Asing Pertama di Bawah Regulasi Baru Arab Saudi
Akuisisi ini menempatkan Indonesia sebagai negara asing pertama yang memegang hak kepemilikan properti di Mekkah setelah berlakunya Foreign Real Estate Ownership Law (Undang-Undang Kepemilikan Properti oleh WNA) pada awal 2026. Regulasi dari Otoritas Umum Real Estat Arab Saudi (REGA) ini dirancang guna mendukung Vision 2030, yang menargetkan kunjungan 30 juta jemaah umrah per tahun.
CEO Thakher Development Faisal Shaker menegaskan bahwa kemitraan dengan Danantara mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap stabilitas dan pertumbuhan sektor perhotelan di Mekkah.
Transformasi Pengelolaan Akomodasi: Reduksi Sewa Musiman
Kepemilikan aset mandiri ini mengubah peta manajemen logistik haji Indonesia yang selama ini sangat bergantung pada skema sewa pasar musiman (seasonal lease). Fluktuasi tarif hotel di kawasan Markaziyah selama puncak musim haji kerap memberi tekanan anggaran operasional.
Dengan hadirnya Novotel Thakher Makkah dan proyeksi pengembangan kavling di sekitarnya, Indonesia memiliki kepastian kapasitas kamar, efisiensi belanja akomodasi jangka panjang, serta potensi dividen investasi yang dapat dikembalikan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
“Pencapaian ini merupakan langkah nyata dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi. Fokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya. Lebih dari itu, momentum ini menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Kami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara.” tegas CEO Danantara, Rosan Roeslani.
