Memuat jadwal sholat Semarang...

Operasional Haji 2026 Resmi Berakhir, Kemenhaj Langsung Siapkan Perbaikan untuk Tahun Depan

Kategori : Haji, Berita, Ditulis pada : 02 Juli 2026, 11:31:34

Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi berakhir setelah seluruh jemaah Indonesia kembali ke Tanah Air. Penutupan operasional ditandai dengan tibanya jemaah haji Sulawesi Selatan Kelompok Terbang (Kloter) 43 di Indonesia pada Rabu (2/7/2026) pukul 17.05 WITA.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) menyatakan berakhirnya seluruh rangkaian operasional haji tahun ini sekaligus memastikan seluruh jemaah telah dipulangkan dengan selamat.

"Alhamdulillah, seluruh jamaah haji Indonesia telah kembali ke tanah air dengan selamat. Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, saya menyatakan operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi secara resmi telah berakhir," ujar Menhaj dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta secara daring, Rabu.

Sepanjang musim haji 2026, pemerintah memberangkatkan sebanyak 527 kelompok terbang (kloter) yang mengangkut 202.636 jemaah haji reguler melalui 16 embarkasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) juga memberangkatkan 16.585 jemaah haji khusus beserta 1.016 petugas haji khusus.

Layanan untuk Jemaah dengan Beragam Kondisi

Penyelenggaraan haji tahun ini juga dihadapkan pada tantangan pelayanan terhadap jemaah dengan karakteristik yang beragam. Tercatat terdapat 44.247 jemaah lanjut usia, 170.700 jemaah berisiko tinggi, 370 jemaah berkebutuhan khusus, serta 275 pengguna kursi roda.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, pemerintah menyiapkan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, pembinaan ibadah, hingga layanan kesehatan agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman dan nyaman.

Selama operasional berlangsung, pemerintah mendistribusikan sekitar 24,18 juta boks makanan. Selain itu, sebanyak 15.212 bus antarkota perhajian dan 11.990 trip bus shalawat dioperasikan untuk melayani mobilitas jemaah.

Di bidang kesehatan, layanan diberikan melalui tenaga kesehatan di setiap kloter, klinik satelit, Klinik Kesehatan Haji Indonesia, hingga kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi.

Evaluasi Jadi Fokus Penyempurnaan Haji Berikutnya

Selain pelayanan operasional, Kementerian Haji dan Umrah juga menerapkan sejumlah pembaruan dalam tata kelola penyelenggaraan haji. Di antaranya penerapan alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji tanpa mengurangi kualitas layanan, penambahan embarkasi fast track, digitalisasi layanan, serta penyelesaian lebih awal berbagai kontrak layanan di Arab Saudi.

Meski operasional telah selesai, Menhaj menegaskan upaya peningkatan kualitas layanan haji akan terus dilakukan melalui evaluasi menyeluruh bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Kami mencatat masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait layanan di Mina dan penguatan implementasi istithaah kesehatan. Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus evaluasi agar penyelenggaraan haji ke depan semakin profesional, aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah," kata Menhaj.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id